Tentang Dunia


Bahwa dunia tidak adil. Bahwa manusia itu mengecewakan, karena ketidaksempurnaannya. Bahwa pada akhirnya kita hanya punya diri sendiri untuk diandalkan. Aku masih terus belajar tentangnya. 

Hidup terus membawaku menemui banyak hal yang.. sebetulnya bukan hal baru, aku melihatnya pada orang tuaku, pada beberapa orang yang kukenal, dan juga banyak cerita diluaran sana. Hanya saja, sesuatu tak benar-benar terasa nyata kecuali kita merasakannya sendiri. Membayangkan kesulitan orang lain, kadang membuatku menangis, tapi waktu terus berjalan, satu momen berganti dengan momen lainnya. Lalu begitulah hidupku kembali berjalan seolah tak ada apapun yang terjadi sebelumnya. 

Akan lain ceritanya jika kesulitan itu milikikku. Bersinggungan dengan semua keseharianku. Pagi dan malamku, bertemu denganku tepat ketika aku membuka mata, dan terus memelukku meski malam sudah menghitam pekat. Semua yang jatuh dan tak mampu berdiri sudah pasti meminta pertolongan bukan. Maka begitu pula aku. Tapi karena seringnya diamku, aku lebih banyak memperhatikan dalam jatuhku. Ada diantaranya mereka yang mampu membantu, tapi ternyata enggan karena satu dan lain hal. Ada juga diantaranya yang menutup mata dengan yang aku alami dan justru meminta pertolongan. Ada mereka yang bahunya seharusnya menjadi tempat aku bersandar, justru menjadikan punggungku tempat berpijak. 

Maka sampai di titik ini aku mulai berpikir, apakah aku bermental korban? Atau memang seperti inilah hidup. Waktu terus membawa kita berlalu bersamanya, hingga tiba masanya ternyata kita tersudut tanpa ada siapapun yang bisa kita raih. Kecuali Dia yang maha lembut, yang memperingatkan kita dengan sangat hati-hati. Dengan angin yang berhembus pelan menerpa wajah kita, dengan malam dan semua yang menghiasinya.  

Aku masih sering marah, aku masih sering mengeluh. Kadang aku berpikir, mungkin akan lebih baik jika aku punya seseorang yang bersedia mendengarkan. Sampai akhirnya aku bercerita dengan seorang teman, dan ternyata kita semua sama saja. Masing-masing kita hanya sedang berjuang dalam kisah kita sendiri. Dan karena hidup hanya sementara, aku rasa.. tak apa jika beberapa hal berjalan dengan lambat. Meski kadang terasa berat dan tak kunjung berakhir, selalu ingat ia tak selamanya.

Maka, meski kadang sedih dan merasa terasing, aku rasa itu tak apa. Selama aku masih bisa menikmati sore ditemani semilir angin dan ramainya kicau burung yang kembali ke sangkarnya, aku rasa aku baik-baik saja. Dan semua akan baik-baik saja. Mungkin langit masih kelabu, tapi hari esok akan terus datang lagi. Dan semoga hal-hal akan terus membaik, dan hari yang lebih indah akan segera menyapa. 

Lalu, sampai jumpa di post selanjutnya :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar. Kritik dan saran sangat diharapkan dan dihargai. Salam Blogger Indonesia.