Malice

Setelah sebelumnya menyicipi kembali manisnya buku fiksi, akhirnya aku memutuskan untuk membeli buku misteri lainnya. Masih terjemahan dari buku Jepang, aku memilih Malice karya dari Keigo Higashino. 

Sebetulnya aku tertarik dengan judul yang lain dari penulis yang sama, yaitu Silent Parade. Tapi kuurungkan niatku, karena kulihat bukunya tebal sekali, sampai 512 halaman. Setelah mencari di Google, ternyata karyanya sudah banyak sekali. Aku mencari beberapa judul di Shopee, melihat-lihat yang mana buku yang paling banyak dibaca. Sampai akhirnya, ketika aku mencari buku ini, dituliskan seperti ini di akhir blurbnya :

“Malice merupakan novel dari seri Detektif Kaga karya Keigo Higashino yang paling laris dan paling banyak dipuji."

Baiklah, jadi inilah buku beliau yang paling laris, dan kulihat-lihat dari riview pembeli sepertinya bukunya tidak terlalu tebal, mirip-miriplah dengan buku Teka-Teki Rumah Aneh yang kemarin, begitu pikirku. Yang ternyata tidak demikian, tebalnya 303 halaman :’) Sempat merasa berat, karena buku sebelumnya yang tebalnya 350 halaman saja, masih sisa 50 halaman dan aku belum ada rencana kapan akan kuhabiskan. Tapi diluar dugaan, ternyata habis setidaknya dalam 1 minggu. 

Ketika aku menghabiskannya, aku mulai berpikir.. apakah ini kekuatan buku fiksi? Ko bisa satu minggu habis. Memang buku sebelumnya yang masih kusisakan itu jenisnya buku self improvement, aku membacanya dengan sangat hati-hati, aku hayati, dan aku serap pelan-pelan. Bahkan kadang, aku harus mundur beberapa halaman agar aku bisa ingat lagi dan bisa memahami pembahasan di halaman selanjutnya yang akan aku baca. 

Tapi tetap saja, 300 halaman dalam satu minggu, itu hal yang baru bagiku. Jujur saja, aku jadi merasa tertantang untuk membaca buku Silent Parade yang 500 halaman itu, hahah sombongnya XD Tapi tidak, tidak, ternyata bukan buku itu yang aku beli selanjutnya. Nantikan di post selanjutnya ya, hehe :3

Kembali ke Malice, buku ini seru banget. Karena buku dari jepang, aku jadi membayangkan kejadiannya seperti di anime-anime :3 Tapi ceritanya betul-betul penuh dengan plot twist. Rasanya seperti ditipu berkali-kali, dan membuatku terus saja bertanya, apakah yang aku perkirakan ini benar? Atau apakah yang aku percayai itu salah? Cerita siapa sebetulnya yang benar? Apakah cerita pertamanya betul palsu? Atau.. ini siapa sih sebetulnya yang jahatnya disini? 

Chapter demi chapter terus aku baca, dan terus saja mematahkan kepercayaanku sebelumnya. Sampai akhirnya, ternyata memang aku berhasil ditipunya. Bodohnya aku tidak mencari tahu dulu, malice itu apa artinya sih. Karena memang kata itu asing bagiku, kupikir aku akan mengerti sembari atau setelah membaca bukunya. Tapi ternyata tidak demikian, justri arti kata malice itu sendiri, adalah clue terbesarnya menurutku. 

Malice adalah kedengkian, kebencian, niat jahat, atau keinginan untuk menyebabkan rasa sakit atau penderitaan pada orang lain. Setidaknya itulah yang aku tangkap, dari beberapa sumber yang aku baca di Google. Dan, yup! Memang bukunya bercerita tentang hal itu.  

Baik, aku rasa itu saja sedikit ceritaku tentang Malice, beberapa hal yang aku sayangkan atau mungkin tidak mengapa juga sih sebetulnya, hanya saja karena buku ini ditulis sudah lama sekali, terbit pertama kali tahun 2001, vibesnya jadi teras tua, apalagi adanya fax, dll. Tapi secara keseluruhan ceritanya seru, lihat saja, habis dalam seminggu kan?! Haha :3

Baiklah, sekian untuk kali ini, dan berikut aku tuliskan blurbnya ya. Sampai jumpa di cerita selanjutnya ♥


***


Malice - Catatan Pembunuhan Sang Novelis

Oleh Keigo Higashino


Novelis laris Hidaka Kunihiko ditemukan tewas di rumahnya pada malam sebelum ia meninggalkan Jepang untuk pindah ke Kanada. Tubuhnya ditemukan di ruang kerjanya yang terkunci di rumahnya yang juga terkunci oleh istri dan sahabatnya. Keduanya punya alibi kuat. Mungkin.

Detektif Kaga Kyoichiro yang menyelidiki kasus pembunuhan tersebut menemukan bahwa hubungan Hidaka dengan sang sahabat, Nonoguchi Osamu, tidak seperti yang diceritakan oleh Nonoguchi. Tapi pertanyaan yang paling mengusik Kaga bukanlah siapa atau bagaimana, melainkan kenapa. Dari situlah sang detektif dan sang pembunuh bertarung membeberkan kebenaran tentang masa lalu dan masa kini versi masing-masing. Dan jika Kaga gagal menguak motif sang pembunuh yang sebenarnya, kebenaran takkan terungkap seutuhnya.

Malice merupakan novel dari seri Detektif Kaga karya Keigo Higashino yang paling laris dan paling banyak dipuji.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar. Kritik dan saran sangat diharapkan dan dihargai. Salam Blogger Indonesia.